Letak Astronomis, Geografis, & Geologis Indonesia
Letak Astronomis Indonesia
Letak astronomis didefinisian sebagai letak suatu wilayah berdasarkan posisi garis lintang dan garis bujur. Garis lintang adalah garis imajiner untuk menentukan lokasi di bumi terhadap garis khatulistiwa (LU = sebelah utara; LS = sebelah selatan). Sedangkan garis bujur adalah garis imajiner yang ditarik dari kutub utara hingga kutub selatan. (BT = sebelah timur Greenwich; BB = sebelah barat Greenwich). Indonesia jika dilihat dari letak astronomisnya berada di antara 60 LU – 110 LS dan 950 BT – 1410 BT dimana paling utara adalah Pulau Weh dan paling selatan adalah Pulau Roti.
Pengaruh Letak Astronomis Indonesia:
- Secara umum:
- Mempengaruhi iklim -> Indonesia merupakan negara dengan iklim tropis yang berarti akan selalu mendapat sinar matahari sepanjang tahun
- Mempengaruhi perbedaan waktu -> dilihat dari Greenwich dimana Indonesia terbagi atas 3 zona waktu, yaitu WIB, WIT, dan WITA
- Garis Lintang:
- Iklim tropis (panas) diakibatkan terletak di lintang paling rendah
- Kelembaban udara relatif tinggi
- Curah hujan relatif tiggi
- Garis Bujur:
- Berada di bumi bagian timur
- Perbedaan waktu tiap daerah
Pembagian Waktu di Indonesia:
- WIB (Wilayah Indonesia Barat), meliputi Pulau Sumatera, Pulau Jawa, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah
- WITA (Wilayah Indonesia Tengah), meliputi Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Pulau Bali, Pulau Nusa Tenggara, Sulawesi Barat, dan Pulau Sulawesi
- WIT (Wilayah Indonesia Timur), meliputi Pulau Maluku dan Pulau Papua
Letak Geografis Indonesia
Letak geografis didefinisikan sebagai posisi keberadaan suatu wilayah berdasarkan letak dan bentuknya di muka bumi. Letak geografis ini membandingkan posisi suatu wilayah dengan wilayah lainnya. Pada dasarnya, letak geografis suatu negara dibatasi dengan berbagai fitus geografi dan toponomi daerah lain yang bersebelahan langsung dengan daerah tersebut. Misalnya batas benua, samudera, pegunungan, dan lain – lain. Secara geografis, Indonesia terletak di antara dua samudera dan dua benua, yaitu Samudera Pasifik dan Samudera Hindia, serta Benua Asia dan Benua Australia.
- Bagian barat laut: Benua Asia
- Bagian tenggara: Benua Australia
- Bagian barat: Samudera Hindia
- Bagian timur: Samudera Pasifik
Pengaruh Letak Geografis Indonesia:
- Mempengaruhi musim -> angin muson (monsoon) akibat pengaruh dari Asia dan Australia
- Wilayah strategis untuk aktivitas perdagangan -> jalur lalu lintas internasional antara Asia Timur dengan Asia Selatan, serta Asia Barat dengan Afrika dan Eropa
- Pertukaran sosial budaya -> sosial dan budaya di Indonesia tentunya mendapat pengaruh dari negara lain di Benua Asia dan Benua Australia
Letak Geologis Indonesia
Letak geologis didefinisikan sebagai letak suatu daerah berdasarkan struktur dan komposisi bantuan yang membentuk muka bumi. Dengan kata lain, komponen di dalam pembentukan muka bumi. Adapun kondisi letak geologis Indonesia adalah sebagai berikut.
Lempeng
Indonesia terletak pada 3 pertemuan lempeng utama dunia, yaitu Lempeng Australia, Lempeng Eurasia, dan Lempeng Pasifik. Lempeng Eurasia dan Lempeng Australia bertubrukan di lepas pantai barat Pulau Sumatera, lepas pantai selatan Pulau Jawa, lepas pantai selatan Pulau Nusa Tenggara, dan berbelok ke arah utara memasuki perairan Maluku sebelah selatan. Lempeng Australia dan Lempeng Pasifik bertumbukan di sekitar Pulau Papua. Sedangkan untuk ketiganya bertubrukan di sekitar Sulawesi.
Sirkum Pegunungan
- Sirkum Pasifik
Sirkum Pasifik dimulai dari Pegunungan Andes (Amerika Selatan), pegunungan di Amerika Tengah, Pegunungan Rocky (Amerika Serikat), pegunungan di Kanada, Alaska, Kepulauan Aleut, Kepulauan Kuril, Jepang, Filipina, Irian, dan Selandia Baru. - Sirkum Mediterania
Sirkum mediterania dimulai dari Pegunungan Mediterania, menuju ke Pegunungan – Pegunungan Kauskasus, Himalaya, Burma, Andaman, Nikobar, Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, hingga Kepulauan Banda.
Daerah Dangkalan
- Dangkalan Sunda -> penghubung wilayah Indonesia bagian barat dengan Benua Asia
- Daerah Laut Pertengahan Australia – Asiatis -> penguhubung Dangkalan Sunda dan Dangkalan Sahul
- Dangkalan Sahu -> penghubung wilayah Indonesia bagian timur dengan Benua Australia
Pengaruh Letak Geologis Indonesia:
- Indonesia dikenal dengan julukan ring of fire -> adanya banyak gunung api yang aktif
- Sumber industri berupa tambang dan mineral seperti emas, besi, perak, dan lain – lain
- Memiliki tanah yang subur
- Rawan terjadi bencana alam
- Keanekaragaman hayati
Negara maju adalah negara yang sudah memiliki teknologi tinggi dan tingkat ekonomi yang sudah merata. Sedangkan negara berkembang adalah negara yang tingkat kesejahteraan penduduknya masih dalam taraf menengah atau sedang berkembang.
Negara Maju (Sumber: cerdika.com)
Ciri-ciri Negara Maju
1. Memiliki Pendapatan Perkapita Yang Tinggi
Negara yang maju memiliki pendapatan per kapita yang tinggi tiap tahunnya. Dengan memiliki pendapatan per kapita yang tinggi, nilai ekonomi negara tersebut akan terdongkrak. Oleh karena itu, jumlah kemiskinan bisa diatasi.
2. Keamanan Sudah Terjamin
Tingkat keamanan negara maju sudah lebih terjamin jika dibandingkan dengan negara berkembang. Hal ini juga merupakan efek samping dari canggihnya teknologi di negara maju. Dengan teknologi yang canggih, fasilitas keamanan dan teknologi persenjataan juga turut berkembang menjadi lebih baik.
3. Terjaminnya Kesehatan
Selain terjaminnya keamanan, kesehatan pada sebuah negara maju juga sudah terjamin. Hal ini ditandai dengan berbagai fasilitas kesehatan yang memadai, seperti rumah sakit dan petugas medis yang terlatih dan handal. Oleh karena itu, angka kematian pada negara maju bisa ditekan dan harapan hidup penduduknya bisa tinggi. Selain itu, dengan adanya fasilitas kesehatan yang memadai, perkembangan penduduk di negara maju juga bisa terkontrol.
4. Kecilnya Angka Pengangguran
Di negara maju, angka pengangguran tergolong kecil karena setiap penduduknya bisa mendapatkan pekerjaan.
5. Menguasai IPTEK
Penduduk negara maju cenderung sudah sangat menguasai IPTEK. Oleh karena itu, dalam kehidupan sehari-hari, mereka juga sudah menggunakan teknologi canggih dan alat-alat modern untuk mempermudah kehidupan sehari-hari.
6. Tingkat ekspor lebih tinggi dibanding impor
Tingkat ekspor di negara maju lebih tinggi dibandingkan tingkat impor karena unggulnya SDM dan teknologi yang dimiliki.
Contoh negara maju antara lain adalah Amerika Serikat, Jerman, dan Jepang.
Ciri-Ciri Negara Berkembang
Negara Berkembang (Sumber: myfaruqi.blogspot.com)
1. Pendapatan per tahun yang cenderung rendah
Pendapatan per tahun di negara berkembang tidak sebesar negara maju karena masih tingginya angka pengangguran.
2. Keamanan Tidak Terjamin
Tidak seperti di negara maju, keamanan di negara berkembang masih sangat minim dan tidak layak. Oleh karena itu, angka kriminalitas di negara maju juga masih tergolong tinggi.
3. Fasilitas Kesehatan Minim
Fasilitas kesehatan di negara berkembang juga tergolong minim. Belum banyaknya fasilitas kesehatan yang layak pakai menyebabkan penduduk di negara berkembang lebih rentan terserang penyakit. Oleh karena itu, angka kematian di negara berkembang juga lebih besar dibanding angka kematian di negara maju, yang kemudian mengakibatkan rendahnya angka harapan hidup.
Baca Juga: Bentuk Kerjasama Ekonomi Negara Maju dan Berkembang
4. Perkembangan Penduduk Tidak Terkendali
Negara berkembang mempunyai jumlah rata-rata penduduk yang sangat besar dibandingkan negara maju karena tidak terkendalinya perkembangan penduduk. Hal ini juga merupakan akibat dari minimnya edukasi dan fasilitas kesehatan.
5. Besarnya Angka Pengangguran
Di negara berkembang, angka pengangguran masih tergolong tinggi karena lowongan pekerjaan yang tersedia masih belum tersebar secara merata. Selain itu, tingkat pendidikan yang kurang merata juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan besarnya angka pengangguran.
6. Impor lebih tinggi dibanding ekspor
Dikarenakan rendahnya pengelolaan SDA dan SDM negara berkembang, negara berkembang lebih sering membeli barang dari luar negeri.
Contoh negara berkembang antara lain Indonesia, Brazil, dan hampir seluruh negara Afrika.
16 Kerajaan Hindu Budha di Indonesia
Kerajaan hindu budha di indonesia meliputi kerajaan sriwijaya, kerajaan Kutai, kerajaan Mataram Kuno, Kerajaan Singosari, Kerajaan Pajajaran, dan masih banyak lagi yang dijelaskan dalam artikel ini.
Masuknya ajaran Hindu- Buddha di Nusantara mengalami perkembangan pesat di masyarakat.
Penyebaran dan perkembangan ajaran Hindu-Buddha juga tidak lepas berdirinya kerajaan- kerajaan yang bercorak Hindu-Buddha diberbagai wilayah di Nusantara.
Adanya kerajaan-kerajaan tersebut berpengaruh pada kehidupan masyarakat diberbagai bidang. Berikut 16 kerajaan hindu budha di indonesia yang pernah berkembang.
1. Kerajaan Sriwijaya
Kerajaan Sriwijaya adalah salah satu pusat kerjaan terbesar di pulau Sumatera dan memiliki luas daerah kekuasan yang sangat luas sehingga memberikan pengaruh yang besar terhadap terbentuknya nusantara.
Luas kekuasaan kerajaan Sriwijaya meliputi Kamboja, Thailand, Semenanjung Malaya, Sumatera, Jawa barat hingga Jawa Tengah.
2. Kerajaan Singosari
Kerajaan Singosari berada di wilayah Singosari, Malang, Jawa Timur. Kerajaan ini didirikan oleh Ken Arok pada thaun 1222.
Keberadaan Kerjaan Singosari ditunjukkan oleh adanya candi-candi yang banyak ditemukan di sekitar daerah Singosari- Malang dan juga pada kitab sastra peninggalan zaman Majapahit yang berjudul kitab Negarakertagama karangan Mpu Parapanca.
3. Kerajaan Majapahit
Kerajaan Majapahit adalah kerajaan Hindu-Buddha terakhir yang menguasai Nusantara dan dianggap sebagai kerajaan terbesar dalam sejarah Indonesia.
Kerajaan Majapahit didirikan oleh Raden Wijaya dan mengapai masa kejayaan pada era Raja Hayam Wuruk atau Rajasanagara pada tahun 1350 hingga 1389 berkat dukungan Mahapatih Gajah Mada yang terkenal oleh sumpah Amukti Palapa.
4. Kerajaan Pajajaran
Kerajaan Pajajaran terletak di Parahyangaan Sunda. Kerjaan Pajajaran disebut juga dengan Kerjaan Sunda.
Kerjaan Pajajaran di dirikan oleh Sri Jayabhupati pada tahun 923, hal ini disebutkan dalam prasasti Sanghyang Tapak yang berada di Cibadak, Sukabumi.
Kerjaan Pajajaran mencapai puncak kejayaan dibawah pemerintahan Sri Baduga Maharaja. Raja Sri Baduga atau Siliwangi membangun banyak tempat seperti telaga, jalan menuju ibukota Pakuan dan Wanagiri
5. Kerajaan Mataram Kuno
Kerjaan Mataram Kuno berada di Bumi Mataram, Jawa Tengah. Kerjaan Mataram Kuno pernah berada di bawah kekuasaan tiga wangsa. Yakni, Wangsa Sanjaya (agama hindu), Wangsa Syailendra (agama Budha) dan mangsa Isana (baru).
Raja pertama yang memimpin kerajaan Mataram Kuno adalah Raja Sanjaya yang merupakan raja yang besar dan berkeyakinan Hindu Syiwa yang taat.
6. Kerajaan Kutai
Kerajaan Kutai merupakan salah satu kerajaan tertua di Indonesia dan berdiri sejak abad ke 5 masehi. Kerajaan Kutai terletak di Kalimanan Timur di hulu sungai Mahakam.
Adanya kerajaan Kutai ditunjukkan oleh adanya jenis huruf pranagri yang berasal dari India Selatan dan juga adanya tujuh buah Yupa atau prasasti berbentuk tiang batu yang ditulis dengan huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta.
7. Kerajaan Kadiri
Kerjaan Kadiri atau Kerajaan Kediri merupakan salah satu kerajaan yang bercorak Hindu dan terletak di Kediri, Jawa Timur sekitar tahun 1042 hingga 1222.
Pusat kerajaan Kadiri teretak di daerah Daha (sekarang Kediri). Hal ini ditunjukkan dari adanya prasasti Pamwatan dari Airlangga.
8. Kerajaan Salakanegara
Kerajaan Salakanegara berada di daerah Jawa Barat. Kerjaan ini diyakini sebagai kerajaan paling awal di Nusantara, dan diperkirakan berdiri pada abad ke-2 masehi.
Kerajaan ini dipercaya sebagai kerajaan leluhur orang Sunda dan juga merupakan cikal – bakal orang betawi.
9. Kerajaan Tarumanegara
Kerajaan Tarumanegara berada di daerah bagian barat pulau jawa dan merupakan salah satu kerjaan tertua di Indonesia.
Bukti adanya Kerajaan Tarumanegara ditunjukkan oleh banyaknya artefak yang ditemukan di sekitar lokasi kerajaan. Dari peninggalan sejarah tersebut disebutkan bawa kerajaan beragama Hindu aliran Wisnu.
10. Kerajaan Kalingga
Kerjaaan Kalingga atau yang disebut juga dengan Kerajaan Holing terletak di wilayah pesisir utara Jawa Tengah, dengan pusat pemerintah berada di wilayah Pekalongan dan Jepara.
Mayoritas masyarakat Kerajaan Kalingga beragama Hindu dan Budha serta menggunakan bahasa Sansekerta dan Melayu Kuno.
Puncak kejayaan Kalingga adalah saat berada dalam kepemimpinan Ratu Shima yang memerintah sekitar tahun 674 masehi hingga 732 masehi.
11. Kerajaan Kahuripan
Kerajaan Kahuripan berada di wilayah Jawa Timur dan didirikan oleh Airlangga pada tahun 1009, Airlangga sendiri memerintah kerajaan Kahurioan dari tahun 1009 hingga 1042 masehi.
Dalam kepemerintahannya Airlangga, berupaya untuk menyatukan kembali kerajaan-kerajaan kecil yang sebelumnya berada di bawah kekuasaan Kerajaan Medang (kerajaan sebelum kerajaan Kahuripan).
Keinginan Airlangga tersebut kemudian berubah menjadi misi untuk menaklukan seluruh wilayah Jawa.
12. Kerajaan Kanjuruhan
Kerajaan Kanjuruhan, kerajaan Hindu di Jawa Timur. Berdiri sejak abad ke-8 M, diperkirakan sezaman dengan kerajaan Tarumanegara dan kerajaan Kalingga.
Wilayah kekuasaan kerajaan Kanjuruhan berada di sekitar Kota Malang, tepatnya di daerah Dinoyo, Merjosari, Tlogomas, dan Ketawanggede.
Keberadaan kerajaan Kanjuruhan ditunjukkan oleh Prasasti Dinoyo, yang dibuat pada 760 M. Prasasti berupa lempengan batu berukir tersebut berisi beberapa baris tulisan beraksara Jawa Kuno dan bahasa Sansekerta.
13. Kerajaan Wijayapura
Kerajaan Wijayapura adalah kerajaan yang berdiri pada abad ke-7 di Kalimantan Barat dan terletak di sekitar Sungai Rejang.
Namun, kerajaan ini diduga berdiri pada sekitar abad ke-6 atau 7 di Kalimantan Barat. Hal ini ditunjukkan oleh adanya penemuan benda-benda kuno bercorah Hindu seperti patung dan gerabah.
14. Kerajaan Melayu
Kerajaan Melayu berada di wilayah Pulau Sumatera dan berpusat di tepian Sungai Batanghari di Jambi, berpindah ke hulu Sungai Batanghari di Dharmasraya dan berpindah lagi ke Pagaruyung.
Kerajaan ini diperkirakan telah berdiri sejak abad ke-4 Masehi.
Hal ini berdasarkan kisah perjalan I-Tsing, seorang Sami Budha dari Cina yang menuturkan bahwa pada tahun 685 kerajaan Melayu ini telah takluk dibawah kerajaan Sriwijaya.
15. Kerajaan Janggala
Kerajaan Janggala berdiri pada 1042, setelah Airlangga dari Kerajaan Kahuripan membagi wilayah kekuasaannya, menjadi Kerajaan Janggala dan Kerajaan Kadiri, untuk diberikan kepada kedua putranya yang saling berselisih.
Kerajaan Jenggala beribu kota di Kahirapan, diserahkan kepada Mapanji Garasakan, sedangkan Kerajaan Kadiri beribukota di Daha, diserahkan kepada Sri Samarawijaya.
Sejak awal pemisahan dua kerajaan ini, hubungan antara Janggala dan Kadiri tidak pernah akur dan selalu terlibat dalam konflik.
16. Kerajaan Bali
Kerajaan Bali ini berdiri pada abad 9 hingga abad ke 14 masehi . Ketika kerajaan Majapahit runtuh, banyak rakyat Majapahit yang melarikan diri dan menetap di Bali.
Sampai sekarang ada kepercayaan bahwa sebagian dari masyarakat Bali dianggap sebagai pewaris tradisi Majapahit. Penguasa pertama Kerajaan Bali adalah Sri Kesari Warma dewa.
Demikian pembahasan mengani kerajaan hindu budha di Indonesia, semoga bermanfaat dan makin menambah pengetahuan mu tentang sejarah Indonesia.
Kondisi Geografis Benua Asia
1. Benua Asia
Benua Asia adalah benua yang paling luas di dunia. Benua Asia dikelilingi samudera-samudera luas di sebelah Utara, Timur, dan Selatan. Sedangkan bagian Barat dibatasi oleh daratan Eropa, Laut Merah, Laut Tengah, dan Terusan Suez. Sebagian besar kawasan Benua Asia terletak di belahan bumi utara, sedangkan yang ada di belahan bumi selatan adalah beberapa pulau termasuk Negara Indonesia. Untuk lebih memahami tentang batas – batas Benua Eropa perhatikan animasi letak Benua Asia dibawah ini :
a. Letak dan Luas Wilayah
Sebagai benua terluas di bumi Asia mempunyai luas sekitar 43.998.920 Km2 .Asia terletak di 77º LU-11º LS dan 26º BT-169º BT. Secara geografis Asia terletak antara Benua Eropa dan Benua Australia serta di antara Samudera Hindia, Pasifik, dan Arktic. Secara geologis Asia menyatu dengan Benua Eropa yang sering disebut Eurasia.
Batas Benua Asia adalah :
Sebelah Utara : Laut Arktik
Sebelah Selatan : Samudra Hindia
Sebelah Timur : Samudra Pasifik, Selat Bering
Sebelah Barat : Laut Merah, Laut Tengah, Pegunungan Ural
b. Kondisi Iklim
Kondisi iklim di Benua Asia adalah sebagai berikut :
- Asia Utara : Continental Kutub, terutama wilayah Siberia Utara;
- Asia Tengah : Continental Kering, terutama Gurun Gobi.
- Asia Barat : Darat atau gurun, terutama Jazirah Arab dan Plato Iran Iklim Mediterania, terutama Jazirah Anatolia.
- Asia selatan dan Tenggara : Tropis Basah.
- Jepang dan Semenanjung Korea : Sub Tropis
c. Bentang Alam
1. Rangkaian pegunungan
Benua Asia terdapat deretan pegunungan yaitu Pegunungan Himalaya, Pegunungan Hindukush, Pegunungan Korakorum, Pegunungan Asia Tengah, Pegunungan Sirkum Pasifik dan Pegunungan Mediteran. Kemudian ada lagi Pegunungan Kinlin dan Pegunungan Kwen lun di daratan sekitar Korea.
2. Daerah plato atau dataran tinggi
Daerah plato atau dataran tinggi terdapat juga beberapa wilayah yang merupakan dataran tinggi di Benua Asia antara lain adalah Dataran Tinggi Dekan yang terletak di Semenanjung India bagian tengah. Di bagian sepanjang pantai barat terdapat dataran tinggi Pegunungan Ghast Barat dan pada bagian timur terdapat Pegunungan Ghast Timur. Terdapat juga Pegunungan Adams dan Gunung Pidurutalaga di wilayah Sri Lanka tengah dimana pegunungan tersebut merupakan salah satu pegunungan yang paling tua karena merupakan tebentuk dari karbon.
3. Daerah basin atau cekungan
Wilayah Benua Asia terdapat beberapa cekungan dimana cekungan ini kemudian terisi oleh air dan menjadi lautan seperti diantaranya adalah Laut Kaspia, Danau Baikal, Danau Balkash, Danau Urmia dan Laut Mati.
- Lembah-lembah sungai besar, di daratan asia juga terdapat lembah sungai atau delta sungai, delta sungai merupakan daratan yang terbentuk di sekitar hilir sungai dimana terbentuk dari endapan lumpur dan material lainnya yang dibawa oleh air sungai. Salah satu delta sungai yang terkenal adalah delta Sungai Gangga di India, Sungai Yangse, Sungai Obs, Sungai Huang Ho, Sungai Amur, Sungai Mekong, Sungai Lena, Sungai Yennesi dan Sungai Indus.
- Wilayah gurun dan hutan hujan tropis, gurun di wilayah Asia sangat luas terletak di India, China dan daerah Timur Tengah. Sedangkan untuk wilayah hutan hujan tropis juga sangat luas di daerah Indonesia, Malaysia dan Filipina.
d. Flora dan Fauna
Mengingat Benua Asia terletak di rentang koordinat yang luas dengan iklim yang sangat bervariasi, variasi spesies dan jenis flora dan fauna di kawasan ini juga sangat beragam. Kekayaan flora dan fauyangya ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta serta peneliti binatang dan tumbuh-tumbuhan. Di kawasan utara yang memiliki iklim dingin, tundra ialah jenis tumbuhan yang mendominasi. Jenis-jenis tanaman tundra itu misalnya lumut, rumput, dan pohon-pohon dengan daun jarum.
Sementara itu, binatang khas kawasan ini antara lain beruang siberia, anjing laut, rusa kutub, dan rubah.
Sementara, di kawasan Asia bagian tengah biasa ditemukan stepa dan sabana mengingat curah hujan yang tak terlalu banyak di wilayah ini.
Hal ini berbeda dengan Asia di kawasan selatan yang memiliki curah hujan yang tinggi sehingga banyak terdapat hutan hujan tropis yang lebat di sana. Hutan hujan tropis selain lebat juga memiliki keanekaragaman hidup flora dan fauna yang sangat banyak
5 Kelompok Pembagian Wilayah Benua Asia
Benua Afrika
Ananda pernahkah mendengar kata benua Afrika? Ya, benua Afrika merupakan salah satu benua yang ada dibelahan bumi yang bulat ini. Yuk kita belajar tentang benua Afrika. Benua ini terkenal dengan bangsa negronya.
Artikel ini nanti akan membahas lebih dalam tentang benua Afrika. Kita akan membahas tentang kenampakan alam, batas wilayah benua Afrika, hingga pada pembagian wilayah dan negara – negara di benua Afrika. Selamat membaca.
Pengantar
Di belahan bumi ini ada lima benua yang mendiami daratannya. Ada benua Asia, benua Amerika, benua Australia, benua Eropa, dan benua Afrika. Benua Afrika merupakan benua terbesar yang nomor tiga di dunia.
Benua Afrika merupakan satu – satunya benua yang ada di belahan dunia yang di lalui oleh garis khatulistiwa dan garis bujur 00. Luas benua Afrika ini mencapai 30.000.000 km2 atau 23% dari wilayah daratan yang ada di bumi.
Benua Afrika ini memiliki julukan. Julukannya yaitu A land of great diversity. Dijuluki demikian, sebab memiliki keragaman dalam struktur tanah, alam, flora, fauna, dan manusia dengan kebudayaannya.
Benua Afrika sebagai salah satu bagian dari benua yang ada di bumi, secara astronomi terletak pada garis lintang di antara 370210 Lintang Utara (LU) sampai 340 Lintang Selatan (LS). Kemudian, secara garis bujur, terletak di antara 510240 Bujur Timur (BT) sampai 170 Bujur Barat (BB).
Selain memiliki letak secara astronomi, benua ini juga memiliki pembagian secara geografis. Secara geografis, benua Afika dibagi menjadi 3, yaitu Afrika bagian tegah, Afrika bagian utara, dan Afrika bagian selatan. Masing – masing pembagian akan dijelaskan lebih lanjut dalam pembahasan di artikel ini.
Batas – batas wilayah yang dimiliki oleh benua Afrika, yaitu sebagai berikut.
- Sebelah utara berbatasan dengan Samudra Atlantik, Selat Gibraltar, Laut Tengah, Terusan Suez, Teluk Suez, Laut Merah, Selat Bab el – Mandeb, dan Teluk Aden.
- Sebelah barat berbatasan dengan Samudra Atlantik, Teluk Guinea, dan Selat Gibraltar.
- Sebelah selatan berbatasan dengan Samudra Atlantik dan Samudra Hindia.
- Sebelah timur berbatasan dengan Samudra Hindia, Laut Merah, Selat Babel – Mandeb, Selat Mozambique, dan Benua Asia.
Benua Afrika dan benua Asia ini dihubungkan oleh Terusan Suez. Benua Afrika dan benua Eropa ini dihubungkan dengan selat gibraltar dan selat Sisilia.
Demikian pembahasan tentang letak astronomi, luas wilayah benua Afrika, beserta batas – batas wilayah. Lalu, bagaimana kenampakan alam yang dimiliki oleh benua Afrika?Selanjutnya akan dijelaskan lebih lanjut tentang kenampakan alam yang dimiliki oleh benua Australia
0 komentar:
Posting Komentar